BRANDING atau merk dagang
merupakan nama dari sebuah produk atau jasa yang di jual oleh sebuah
perusahaan. Yang telah memperoleh hak paten sesuai undang-undang yang
berlaku. Sehingga apabila ada yang mengunakan nama tersebut sebagai nama
barang atau jasa yang dia perjual belikan selain perusahaan
yang terdaftar. Maka penguna kedua dari nama tersebut harus membayar
denda hak cipta atau pajak royalti. Seperti contohnya kita hendak
membeli mie instan yang kita tinggal menyebut Indomie.
Maka kita akan ditawarkan dengan merk mie instan yang lain seperti:
sarimi, supermi, mie gelas dan lain sebagainya. Indomie merupakan salah
satu perusahaan startup mie instan di Indonesia, yang telah sukses
menerapkan merk dagang sebagai produsen mie instan. Sehingga ketika
orang mencari mie instan maka orang hanya perlu mengatakan indomie.
Namun apakah hanya perusahaan startup
saja yang bisa sukses dalam menanamkan merk dagang mereka ke masyarakat
luas? Tidak, perusahaan startup tidak selalu menjadi merk dagang yang
kuat seperti indomie. Masih banyak produk-produk dari perusahaan yang
bukan startup lain yang bisa mengalahkan merk dagang startup. Seperti
contohnya tokobagus.com dan berniaga.com. Tokobagus.com dan berniaga.com
adalah pelopor toko online di Indonesia. Namun sekarang nama sejak di
akusisi oleh pemodal asing dan beganti nama menjadi OLX.co.id. Maka
kedudukan olx.co.id telah tergantikan oleh bukalapak dan tokopedia.
Lalu bagaimana mengalahkan merk dagang
atau branding seperti indomie, aqua, dan lain lain sebagainya? Cara
mengalahkan merk dagang startup adalah dengan memberikan ciri khas pada
produk dagang kita. Ciri khas yang tidak di miliki oleh perusahaan
startup. Dan membuat sebuah merk dagang yang mudah di ingat oleh
kalangan masyarakat. Namun kedua hal itu tidak lah cukup tanpa adanya
promosi atau pengenalan produk dagang dan merk dagang kita ke
masyarakat. Lalu promosi yang seperti apa yang efektif dan efisien untuk
mempromosikan merk dagang? Ada beberapa cara mempromosikannya mulai
dari spanduk, pamflet, sticker, flayer, bonus, undian berhadiah, iklan
media cetak dan iklan media digital. Dan untuk mengetahui apakah
pengenalan produk dan merk dagang kita berhasil atau tidak. Kita dapat
membuat survey dengan peserta yang acak dari seluruh lapisan masyarakat.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.