Friday, January 25, 2019

BRANDING

BRANDING atau merk dagang merupakan nama dari sebuah produk atau jasa yang di jual oleh sebuah perusahaan. Yang telah memperoleh hak paten sesuai undang-undang yang berlaku. Sehingga apabila ada yang mengunakan nama tersebut sebagai nama barang atau jasa yang dia perjual belikan selain perusahaan yang terdaftar. Maka penguna kedua dari nama tersebut harus membayar denda hak cipta atau pajak royalti. Seperti contohnya kita hendak membeli mie instan yang kita tinggal menyebut Indomie. Maka kita akan ditawarkan dengan merk mie instan yang lain seperti: sarimi, supermi, mie gelas dan lain sebagainya. Indomie merupakan salah satu perusahaan startup mie instan di Indonesia, yang telah sukses menerapkan merk dagang sebagai produsen mie instan. Sehingga ketika orang mencari mie instan maka orang hanya perlu mengatakan indomie.
Namun apakah hanya perusahaan startup saja yang bisa sukses dalam menanamkan merk dagang mereka ke masyarakat luas? Tidak, perusahaan startup tidak selalu menjadi merk dagang yang kuat seperti indomie. Masih banyak produk-produk dari perusahaan yang bukan startup lain yang bisa mengalahkan merk dagang startup. Seperti contohnya tokobagus.com dan berniaga.com. Tokobagus.com dan berniaga.com adalah pelopor toko online di Indonesia. Namun sekarang nama sejak di akusisi oleh pemodal asing dan beganti nama menjadi OLX.co.id. Maka kedudukan olx.co.id telah tergantikan oleh bukalapak dan tokopedia.
Lalu bagaimana mengalahkan merk dagang atau branding seperti indomie, aqua, dan lain lain sebagainya? Cara mengalahkan merk dagang startup adalah dengan memberikan ciri khas pada produk dagang kita. Ciri khas yang tidak di miliki oleh perusahaan startup. Dan membuat sebuah merk dagang yang mudah di ingat oleh kalangan masyarakat. Namun kedua hal itu tidak lah cukup tanpa adanya promosi atau pengenalan produk dagang dan merk dagang kita ke masyarakat. Lalu promosi yang seperti apa yang efektif dan efisien untuk mempromosikan merk dagang? Ada beberapa cara mempromosikannya mulai dari spanduk, pamflet, sticker, flayer, bonus, undian berhadiah, iklan media cetak dan iklan media digital. Dan untuk mengetahui apakah pengenalan produk dan merk dagang kita berhasil atau tidak. Kita dapat membuat survey dengan peserta yang acak dari seluruh lapisan masyarakat.



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.